Setiap tahun umat muslim merayakan dua hari raya besar yakni Idul Adha dan Idul Fitri. Para ulama sepakat bahwa setiap malam menjelang hari raya haruslah menghidupkannya. Meskipun saat malam itu takbir terdengar di segala penjuru namun tak jarang banyak umat yang masih larut dalam kebahagiaan. Hingga tak sempat untuk melakukan amalan kebajikan untuk menghidupkan malam hari raya. Yuk simak amalan baik tersebut.

Keutamaan Hidupkan Malam Menjelang Hari Raya

Pada malam menjelang hari raya, di setiap kota dan seluruh dunia melantunkan asma Allah berupa takbir. Takbiran kadang juga diadakan secara keliling kampung dengan kemeriahan yang membuncah. Beberapa memilih mengunakan mp3 takbiran untuk mengisi rumah ibadah hingga pagi menjelang. Segala bahagia telah melalui ramadhan dan akan mengorbankan hewan memenuhi hati seluruh umat muslim. Berharap telah mampu meraih ridho Allah Ta’ala.

Anjuran untuk mengerjakan ibadah guna menghidupkan malam Id ini muncul dari berbagai kalangan ulama. Hal ini merujuk pada sabda yang telah Nabi berikan dan tetap menjadi pegangan hingga saat ini. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW barang siapa yang mengerjakan qiyamul lail pada dua malam Id untuk mengharapkan ridha- Nya maka, hatinya tidak akan pernah mati dihari seharusnya semua manusia menjadi mati. Sabda inilah yang membuat anjuran menghidupkan malam hari raya muncul.

Ditilik dari sisi riwayat, hadis keutamaan ini dianggap dhaif, meskipun demikian para ulama sepakat jika hadist tersebut masuk kedalam amalan yang masih bisa diamalkan dan berkaitan dengan keutamaan ibadah. Pendapat ini tertulis dalam buku Imam An Nawawi, Al Adzkar. Sementara jika dilihat dari sisi dirayah, maksud hati tak akan mati dalam hadist tersebut merujuk pada hati tidak akan kebingungan saat orang lain mengalaminya. Terutama pada saat sakaratul maut, alam barzah dan ketika hari kiamat.

Memang saat menjelang hari raya identik dengan suka cita yang terkadang terselip gurau yang kurang berguna. Menurut Sayyidi Ali Al Khawash seorang sufi dari Kairo, hikmah menghidupkan malam menjelang hari raya adalah agar nur dari pelakunya bisa memancar sepanjang hari. Serta agar terhindar dari kelalaian yang disebabkan karena bahagia yang meluap luap. Sudah dijelaskan jika sesuatu yang berlebihan akan membawa dampak yang tidak baik.

Penilaian Soal Orang Yang Memperoleh Keutamaan

Orang yang menghabiskan malam hari raya untuk tidur atau melakukan kegiatan yang membuat lali akan terjerumus dalam kelalaian sepanjang hari. Namun ternyata ada beberapa hal yang membuat seorang mukmin dikatakan mendapatkan keutamaan. Untuk menjawab hal tersebut ada beberapa perbedaan pendapat antar ulama. Pendapat pertama menyatakan jika seorang mukmin harus mengunakan banyak waktu malam menjelang hari raya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Sementara untuk pendapat kedua menyatakan jika beribadah tersebut hanya beberapa saat saja. Yang makin diperkuat dengan adanya keterangan dari Imam Syafi’i yang menceritakan keutamaan menghidupkan malam menjelang hari raya didapatkan dengan sholat isya’ berjamaah. Ibadah ini juga berlaku untuk ibadah subuh pada pagi harinya. Kedua pendapat ini bisa dilakukan asalkan jangan sampai terlalu banyak begadang hingga tidak bisa bangun di pagi hari.

Kegiataan Untuk Menghidupkan Malam Menuju Hari Raya

Melihat keutamaannya yang luar biasa, tentunya membuat seorang mukmin ingin melakukan ibadah agar mendapatkan keutamaannya. Ibadah yang bisa dilakukan saat malam hari raya sangatlah beragam. Mulai dari melantunkan takbir dari malam hingga pagi menjelang. Kemudian juga bisa melakukan sholat sunnah. Zikir dan terus berdoa di sela sela waktu untuk memohon keridhoan – Nya menjadi kegiatan yang bisa dilakukan selanjutnya.

Semua ibadah yang dilakukan semata mata untuk memohon keteguhan hati untuk menjalani semua fase kehidupan. Saat hari raya Idul Fitri sudah sepatutnya pada malamnya kita bersedih. Sebab Ramadhan akan meninggalkan kita hanya dalam waktu semalam saja. Namun juga bisa sebagai bentuk rasa syukur untuk bergembira karena telah berhasil menuju kemenangan. Kemenangan atas godaan iman selama sebulan penuh, dari menahan nafsu, dahaga dan perbuatan yang buruk.

Sebenarnya malam yang bisa dihidupkan tidak hanya di dua ID saja. Imam Syafi’i mengatakan ada 5 malam yang bisa membuat doa diijabah. Yakni pada malam jumat, malam Idul Fitri dan isul adha, malam nisfu sya’ban dan malam bulan rajab. Sehingga ada baiknya untuk memperbanyak doa di malam tersebut. Menurut Imam Nawawi menghidupkan malam malam tersebut bisa dengan cara mengunakan mayoritas malam hari untuk ibadah.

Meskipun banyak ulama yang hanya dengan beberapa waktu saja. Agama Islam adalah agama yang tidak membebani umatnya. Sehingga lebih baik memilih yang tidak membuat berat dan dikerjakan secara ikhlas. Perihal hanya dengan tahajud saja atau dzikir saja bukan hal yang perlu didebatkan untuk menghidupkan malam hari raya. Karena semua hal yang baik tetap akan mendapatkan ganjaran masing masing.

Rasa senang yang membucah memang kerap dirasakan oleh semua umat muslim. Dimana sanak saudara berkumpul dengan banyak makanan menjulang. Terkadang semua ini melenakan, padahal saat malam menjelang hari raya banyak ibadah dan amalan baik untuk dikerjakan. Memilih beribadah semalam suntuk atau hanya sebagian akan dikembalikan kepada masing masing individu. Asalkan tidak sampai lupa pada ibadah wajibnya.

 

 

Menghidupkan Malam Hari Raya Sudah Tahu Keutamaannya? Simak Disini

Post navigation