Karburator merupakan suatu komponen dalam mesin kendaraan termasuk sepeda motor yang berperan penting dalam proses pembakaran bahan bakar. Fungsi karburator yang paling utama adalah melakukan karburasi bensin ke dalam hembusan udara yang yang masuk ke ruang  bakar. Dengan kata lain, fungsi karburator tidak hanya sekedar memasukkan bensin atau bahan bakar ke dalam ruang bakar.f

Karburator juga berfungsi untuk mengkarburasi, yaitu proses mencampurkan bensin atau bahan bakar dengan udara secara homogen. Proses karburasi pada proses pembakaran bahan bakar bertujuan agar molekul bensin atau bahan bakar dapat tersebar secara merata dengan udara. Semakin homogen atau semakin rata campuran molekul bahan bakar dan udara, semakin baik pula proses pembakaran.

Prinsip Kerja Karburator

ilustrasi (photo: pixabay.com)

Karburator bekerja dengan mengandalkan perbedaan tekanan. Karburator memanfaatkan prinsip aliran zat cair  atau gas yang mengalir dari area yang bertekanan tinggi ke area yang tekanannya lebih rendah untuk mengatur proses masuknya bahan bakar  ke intake manifold. Dengan kata lain, tekanan di dalam intake manifold lebih kecil dibanding tekanan di dalam ruang penampung bensin pada karburator.

Tekanan pada intake manifold lebih kecil daripada tekanan pada penampung bensin karena di dalam intake manifold terdapat udara yang mengalir ke dalam ruang silinder mesin. Kecepatan udara yang mengalir di dalam intake manifold tersebut bervariasi dan tergantung dari pembukaan gas.

Adanya perbedaan tekanan antara intake manifold dan penampung bensin pada karburator dapat semakin besar apabila mesin sepeda motor digas pada RPM tinggi. Hal itu terjadi karena saat mesin sepeda motor digas pada RPM tinggi, aliran udara di dalam intake manifold akan semakin cepat dan menyebabkan tekanan pada intake manifold semakin menurun.

Saat hal ini terjadi, bensin atau bahan bakar yang tersedot akan semakin besar akibat perbedaan tekanan yang besar tersebut. Artinya, bahan bakar yang tersedot akan semakin banyak saat sepeda motor digas pada RPM tinggi.

Cara Karburator Mengatur Volume Bahan Bakar

ilustrasi (photo: pixabay.com)

Karburator dapat mengatur volume bensin yang keluar dengan perbandingan yang ideal. Hal ini dapat terjadi karena karburator didesain dengan sedemikian rupa dengan berbagai komponen yang telah diperhitungkan. Komponen karburator secara umum ada tiga yaitu pilot jet, venturi dan ruang penampung bensin atau bahan bakar.

Ruang penampung bensin adalah bagian karburator yang berfungsi untuk menampung bensin atau bahan bakar. Bagian karburator yang satu ini akan menampung bahan bakar kiriman dari tangki yang siap dikarburasikan ke dalam intake manifold secara teratur. Tekanan pada bagian ini dibuat sama dengan tekanan atmosfer sehingga umumnya terdapat ventilasi pada bagian ini.

Jika ruang penampung bahan bakar bertanggung jawab untuk menampung bahan bakar kiriman, maka venturi dan pilot jet adalah bagian karburator yang bertanggung jawab terhadap perbandingan campuran bensin. Venturi adalah bagian dalam intake manifold dengan diameter yang lebih kecil. Pada venturi inilah bensin atau bahan bakar akan disemburkan.

Semakin kecil diameter venturi, aliran udara yang mengalir akan semakin cepat sehingga menyebabkan tekanan di dalam venturi semakin menurun. Saat tekanan di dalam venturi semakin menurun, perbandingan atau rasio bahan bakar pun lebih banyak.

Pilot jet adalah bagian karburator yang menghubungkan ruang venturi dengan ruang penampung bensin. Karena itulah fungsi pilot jet adalah untuk mengalilrkan bensin saja. Meski begitu, diameter atau lebar saluran pilot jet sangat mempengaruhi perbandingan bahan bakar. Semakin besar diameter pilot jet, perbandingan bensin atau bahan bakar juga akan semakin banyak.

Artinya, semakin besar diameter pilot jet, akan semakin boros pula konsumsi bahan bakarnya. Meski begitu, lebar diameter pilot jet dan venturi tidak ditentukan secara sembarangan tetapi dihitung berdasarkan masa udara yang dapat mengalir ke mesin setiap detiknya. Dengan begitu, perbandingan atau rasio yang ideal pun akan didapatkan.

Meskipun mulai tergeser oleh teknologi injeksi, namun cara kerja karburator merupakan salah satu pengetahuan yang harus dimiliki seorang mekanik. Karburator mungkin mulai digantikan dengan teknologi injeksi, namun karburator masih cukup populer di kalangan masyarakat karena strukturnya yang lebih sederhana dibanding teknologi injeksi.

Materi tentang cara kerja karburator dapat diperoleh dari lembaga kursus mekanik seperti Hendriansyah Mechanical Motor Course cabang Surabaya atau HMMC Surabaya. Hendriansyah Mechanical Motor Course telah memiliki banyak pengalaman sebagai lembaga kursus mekanik karena lembaga kursus yang satu ini telah berdiri selama bertahun-tahun.

Dengan pengalamannya tersebut, HMMC Surabaya dapat memberikan materi pembelajaran yang relevan atau terbaru sesuai dengan perkembangan teknologi. Metode pengajarannya pun sangat efektif karena satu instruktur menangani satu siswa.  Karena itulah lembaga kursus mekanik yang satu ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin menjadi mekanik dalam waktu singkat.

 

Begini Prinsip dan Cara Kerja Karburator

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *